DATABASE SEPEDA BELANDA

Kami memberikan layanan gratis untuk informasi usia sepeda onthel produksi Belanda berbasis kode nomer rangka sepeda. Database kami mencakup periode produksi tahun 1901 s.d. 1973 (Herbert Kurner, 2008). Silahkan pilih merek sepeda yang sesuai, kemudian ketik nomer rangka sepeda apa adanya. Semoga bermanfaat. Salam onthel.

 


Mulai 1 Juni 2014, sepedaonthel.com menawarkan paket sepeda wisata kota untuk rombongan sekolah atau kantor. Sudut-sudut Kota Yogyakarta yang penuh romantika kehidupan ini akan lebih berkesan bilamana dinikmati dengan bersepeda. Ciptakan pengalaman unik anda menelusuri jalan-jalan dan gedung-gedung bersejarah di Kota Yogyakarta (more)

 


LAMPU FONGERS ALL BLACK
SADEL DAMES FONGERS
ZWEEFZADEL KLM
KUNCI CROESCO
SEPATU BOOT JERMAN WWII
FONGERS DF55 TAHUN 1956
BSA AIRBORNE WW II
GRAMAPHONE HMV
TOPI KNIL 1940s

 

TEST RIDE BSA AIRBORNE

 

SETOPAN GAZELLE SPATBORD POLOS



Selamat datang di situs penggemar sepeda onthel. Sepeda Onthel atau juga terkadang disebut sebagai sepeda unta, sepeda kebo, atau pit pancal adalah sepeda standar dengan ban ukuran 28 inchi yang biasa digunakan oleh masyarakat perkotaan sampai tahun 1970-an. Berbagai macam merek sepeda onthel dari berbagai negara beredar di pasar Indonesia. Pada segmen premium terdapat misalnya merek Fongers, Gazelle dan Sunbeam. Kemudian pada segmen dibawahnya diisi oleh beberapa merek terkenal antara lain seperti Simplex, Burgers, Raleigh, Humber, Rudge, Batavus, Phillips dan NSU.

Kemudian pada tahun 1970-an keberadaan sepeda onthel mulai digeser oleh sepeda jengki yang berukuran lebih kompak baik dari ukuran tinggi maupun panjangnya dan tidak dibedakan desainnya untuk pengendara pria atau wanita. Waktu itu sepeda jengki yang cukup populer adalah merek Phoenix dari China. Selanjutnya, Sepeda jengki pada tahun 1980-an juga mulai tergeser oleh sepeda MTB sampai sekarang.

Sepeda Onthel kemudian pada tahun 1970-an secara perlahan lebih banyak digunakan oleh masyarakat pedesaan dibanding diperkotaan. Namun pada akhirnya karena usia dan kelangkaan, sepeda onthel telah berubah menjadi barang antik dan unik. Mulailah situasi berbalik, sepeda onthel yang dulunya terbuang, sekarang pada tahun 2000-an justru diburu kembali oleh semua kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa sampai pejabat. Orang Jawa mengatakan inilah "wolak-waliking jaman".

Keranjingan masyarakat terhadap sepeda onthel adalah tepat bersamaan dengan berkembangnya ancaman global warming. Bisa jadi ketika, BBM semakin mahal dan polusi udara semakin tidak terkendali, komunitas sepeda onthel akan menjadi salah satu garda terdepan untuk mensosialisasikan kembali pentingnya naik sepeda. Selamat menikmati dan untuk kepentingan order bisa kontak Ibu Dewi di 0812-270-5000 (SMS Only).



Copy Right (c) 2007 Sahid Nugroho